SATURDAY, OCTOBER 17, 2026|No. 18992
Energy Markets · Global Outlook

Global Energy Import Dependence to Peak by 2034 Amidst Shifting Market Dynamics

Global reliance on imported energy is projected to reach its peak by 2034, driven by escalating energy security concerns and a significant acceleration in the transition towards electrification, according to Rystad Energy.

An abstract representation of global energy flow and interconnectedness.
An abstract representation of global energy flow and interconnectedness.
4 sources
Pipeline ingest
3 reads
Positive / Neutral / Negative
4 countries
Related coverage

Harga BBM Nonsubsidi Turun Pekan Ini, tapi Hanya Berlaku di Malaysia

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:10 WIB

Oleh :

Ilustrasi BBM

Ilustrasi BBM

Sumber :

  • Acko

Malaysia, VIVA –Di tengah situasi harga minyak dunia yang mengalmi kenaikan, pemerintah Malaysia justru kembali menurunkan harga bahan bakar minyak ( BBM) non-subsidi. Penurunan harga BBM non-subsidi ini diberlakukan untuk periode 15 hingga 21 Oktober 2026.

Penurunan ini terjadi tepat sepekan setelah menaikkan harga eceran RON95 dan RON97 non subsidi masing-masing sebesar 15 sen atau setara Rp 660 per liter.

Melansir laman AsiaOne, Sabtu (17/10), Kementerian Keuangan Malaysia pada Rabu (14/10) kemmarin menyatakan harga RON95 dan RON97 nonsubsidi turun masing-masing 5 sen atau setara Rp 220 per liter. Sementara itu, harga solar nonsubsidi turun 10 sen atau setara Rp 440 per liter.

Kemenkeu Malaysia mengungkap alasan penurunan BBM ini lantaran pasokan produk minyak olahan di pasar regional membaik setelah China kembali mengizinkan ekspor bahan bakar untuk Oktober. Pada saat yang sama, Korea Selatan juga terus memasok produk minyak ke pasar regional.

"Perkembangan ini membantu meredakan tekanan terhadap pasokan," kata Kemenkeu Malaysia.

Meski demikian, Kemenkeu Malaysia mengingatkan bahwa konflik yang semakin memanas di Timur Tengah, termasuk serangan terbaru terhadap Arab Saudi, meningkatkan risiko gangguan pasokan di tengah harga minyak yang masih tinggi.

"Volatilitas harga diperkirakan masih akan berlanjut dalam jangka menengah," ujarnya.

Sebagai informasi, Malaysia menggunakan formula Automatic Pricing Mechanism (APM) yang diperkenalkan pada 1983 untuk menentukan harga BBM setiap pekan. Formula ini bertujuan menstabilkan harga bahan bakar dengan menyesuaikannya terhadap fluktuasi pasar.

Setelah penurunan terbaru tersebut, harga RON97 nonsubsidi menjadi RM5,10 (Rp 22.423 per liter), RON95 nonsubsidi RM4,62 (Rp20.312 per liter) dan solar nonsubsidi RM5,17 (22.730 per liter).

Di sisi lain, harga minyak dunia naik tipis pada Rabu setelah perusahaan minyak milik negara Arab Saudi, Aramco, diserang. Harga kontrak berjangka minyak mentah Brent naik menjadi 105,83 dolar AS (Rp1,9 juta) per barel pada pukul 16.38 WIB.

Analis UBS Giovanni Staunovo mengatakan, serangan terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz serta aksi militer antara Arab Saudi dan kelompok Houthi turut menopang harga minyak. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar khawatir ekspor minyak dari kawasan itu akan menurun. Meski begitu, ia menambahkan bahwa sejauh ini ekspor masih berjalan relatif stabil.

Sementara itu, sebuah kapal kontainer berbendera Singapura tenggelam di perairan selatan Selat Hormuz pada 13 Oktober. Sehari kemudian, kapal kontainer lainnya dilaporkan mengalami kerusakan.

Halaman Selanjutnya\n\nSementara itu, sebuah kapal kontainer berbendera Singapura tenggelam di perairan selatan Selat Hormuz pada 13 Oktober. Sehari kemudian, kapal kontainer lainnya dilaporkan mengalami kerusakan.

PAN's pipeline reviewed approximately 4 open sources for this article. No human editor reviewed this article before publication.

Related Reads

Show on timeline →

Earlier on PAN

More in Energy →